Menceritakan Laut Bercerita
Hari ini baru saja menyelesaikan membaca novel terberat yang pernah saya baca. Bukan karena gaya bahasa, bukan karena kosakata, tetapi jalan cerita yang terlalu menyakitkan. Novel karya Leila S. Chudori yang sedang viral ini dan akan di film kan, sukses membuat saya menghabiskan waktu dua bulan lebih untuk membereskan membaca sampai di halaman terakhir. Sebagai anak yang tumbuh dari kelurga yang hampir semua anggota keluarga nya adalah mantan aktivis, banyak moment yang amat sangat terasa seperti flash back ke masa-masa tahun 1994-2000an dimana saya masih SD di kala itu. Masih ingat ketika adik-adik dari Ibu saya di kala itu tergabung di forum pelajar dan mahasiswa di kota kami dan ikut banyak berjuang untuk membantu petani memperjuangkan tanah milik mereka yang "dipaksa" harus diserahkan kepada pemerintah. Persis seperti bagian ketika Laut bercerita tentang aksi Blangguan dan aksi bersama buruh. Lekat juga suatu malam ada dua orang pria berjaket yang mencari salah s...